JOINT FAMILY SYSTEM DAN KERENTANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN WNI DALAM PERKAWINAN CAMPURAN INDONESIA–PAKISTAN PERSPEKTIF TEORI JOHAN GALTUNG

Authors

  • Ach Fuad Fahmi
  • Mufidah Ch Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Abstract

Perkawinan campuran antara perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) dan laki-laki warga Pakistan sering kali berlangsung dalam konteks Joint Family System, yaitu sistem keluarga besar pihak suami yang memiliki otoritas kolektif atas kehidupan rumah tangga. Dalam praktiknya, sistem ini kerap menempatkan perempuan WNI pada posisi subordinat dan rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga, yang tidak selalu tampak sebagai kekerasan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan perempuan WNI dalam perkawinan campuran Indonesia–Pakistan dengan menggunakan teori kekerasan Johan Galtung, khususnya konsep kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan socio-legal, melalui analisis peraturan perundang-undangan, hukum keluarga Pakistan, dokumen hak asasi manusia internasional, literatur akademik, serta data wawancara dengan aktivis pendamping perkawinan campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joint Family System tidak hanya berfungsi sebagai struktur sosial budaya, tetapi juga beroperasi sebagai bentuk kekerasan struktural melalui relasi kuasa kolektif, ketergantungan ekonomi, dan ketiadaan otonomi perempuan dalam pengambilan keputusan. Kekerasan tersebut dilegitimasi oleh kekerasan kultural berupa normalisasi tradisi, stigma terhadap perempuan asing, dan tafsir nilai budaya serta agama yang bias gender. Kekerasan langsung yang dialami perempuan WNI merupakan manifestasi dari akumulasi kekerasan struktural dan kultural yang telah mengakar. Penelitian ini menegaskan bahwa perlindungan hukum terhadap perempuan dalam perkawinan campuran tidak dapat dibatasi pada pendekatan represif, melainkan memerlukan upaya transformatif yang membongkar struktur dan budaya yang melanggengkan kekerasan dalam keluarga.

 

Kata kunci: Joint Family System, Perkawinan Campuran, Perempuan WNI, Kekerasan Struktural, Johan Galtung.

References

Al-Syathibi, Abu Ishaq. Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Syarī‘ah. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004.

Bachtiar, Muhammad Yasin, dan Syahrul Abadi. “Prinsip Perlindungan Hukum terhadap Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.” Law and Humanity 2, no. 3 (2024): 314–340. https://doi.org/10.37504/lh.v2i3.662.

Butt, Babar Iqbal, Naila Abbas, dan Uzma Ashiq. “Post-Legislative Domestic Violence Situation and Socio-Cultural Status of Women in Punjab: An Objective Hermeneutics Analysis.” Review of Applied Management and Social Sciences 4, no. 2 (2021): 459–466. https://doi.org/10.47067/ramss.v4i2.146.

Coenen, Erik. “Contested Understandings of Violence: Refiguring Modern and Postmodern Perspectives.” Society 61, no. 4 (2024): 421–430. https://doi.org/10.1007/s12115-024-01001-8.

Dalimunthe, Ahmad Wahyudi. “Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam Pandangan Jamaluddin Athiyah Muhammad.” Jurnal Al-Nadhair 3, no. 1 (2024): 23–36. https://doi.org/10.61433/alnadhair.v3i01.45.

Defasari Nasution, Fitria, Nur Falahiyati, dan Sahbudi. “Perlindungan Hukum terhadap Pekerja Rumah Tangga Ditinjau dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.” CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies 7, no. 2 (2025): 378–389. https://doi.org/10.37567/cbjis.v7i2.4370.

Emalia, Emalia, Faninazila Azzahra Amnurdiant, dan Lucky Dafira Nugroho. “Perkembangan Prinsip Lex Loci Celebrationis dalam Perkawinan Campuran Antarnegara.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum 3, no. 3 (2025): 1398–1405. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1320.

Galtung, Johan. “Peace Studies and Conflict Resolution: The Need for Transdisciplinarity.” Transcultural Psychiatry 47, no. 1 (2010): 20–32. https://doi.org/10.1177/1363461510362041.

Hamdy, Muhammad Kholid, dan Muhamad Hudri. “Gender-Based Violence: The Relationship of Law and Patriarchy in Indonesia.” EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial 11, no. 2 (2022): 73–85. https://doi.org/10.15408/empati.v11i2.29751.

Hasyim, Muhammad, Nur Dewi, dan Fitriani Gita Aini. “Legal Crossroads for Women and Children.” Jurnal Ilmu Hukum dan Kenotariatan (JIHK) 7, no. 1 (2025): 602–618. https://doi.org/10.46924/jihk.v7i1.324.

Hopkinson, Nicholas S. “The Challenge of Structural Violence.” BMJ (2024). https://doi.org/10.1136/bmj.q1683.

Khoirotul Umaroh, A., dan Andi Zulfikar Dewi. “The Phenomenon of Toxic Masculinity on Violence in a Romantic Relationship Status.” Al Ma’arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya 7, no. 1 (2025): 34–42. https://doi.org/10.35905/almaarief.v7i1.11006.

Laksono, Agung, et al. “Socioeconomic Differences of Intimate Partner Violence among Married Women in Indonesia: Does Poverty Matter?” Indian Journal of Community Medicine 48, no. 2 (2023): 304–309. https://doi.org/10.4103/ijcm.ijcm_254_22.

Labaka, Ainhoa, dan Ghozali Hasan Abas. “Beyond Sanctions: Progressive Legal Strategies for Victim Empowerment and Violence Prevention.” Media of Law and Sharia 6, no. 4 (2025): 295–321. https://doi.org/10.18196/mls.v6i4.381.

Lanchimba, C., J. P. Díaz-Sánchez, dan F. Velasco. “Exploring Factors Influencing Domestic Violence: A Comprehensive Study on Intrafamily Dynamics.” Frontiers in Psychiatry 14 (2023). https://doi.org/10.3389/fpsyt.2023.1243558.

Nixon, Rachel, et al. “The Relationship between Household Structures and Everyday Adaptation and Livelihood Strategies in Northwestern Pakistan.” Ecology and Society 28, no. 2 (2023). https://doi.org/10.5751/ES-14026-280231.

Pakistan, Government of. Situation Analysis of Children and Women in Pakistan. Islamabad: Government of Pakistan, 2012.

Qadeer, Mohammad. Pakistan: Social and Cultural Transformations in a Muslim Nation. London: Routledge, 2006.

Rahman, Hafiz Ur, et al. “The Impact of Joint Family System on Women Autonomy: A Phenomenological Exploration.” Indus Journal of Social Sciences 3, no. 1 (2025): 537–548. https://doi.org/10.59075/ijss.v3i1.728.

Rumpiati, Rumpiati, et al. “Women Empowerment in Health: A Systematic Review.” Indonesian Journal of Medicine 8, no. 2 (2023): 194–203. https://doi.org/10.26911/theijmed.2023.08.02.09.

Sattar, Tasleem, Shahzad Ahmad, dan Muhammad Asim. “Intimate Partner Violence against Women in Southern Punjab, Pakistan: A Phenomenological Study.” BMC Women’s Health 22, no. 1 (2022). https://doi.org/10.1186/s12905-022-02095-0.

Suwito, Suwito, et al. “Restorative Justice: An Alternative Approach to Addressing Domestic Violence in Indonesia.” Innovative: Journal of Social Science Research 5, no. 1 (2025): 5066–5077. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i1.18045.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Downloads

Published

2026-06-23

Issue

Section

Articles