PROSES BERPIKIR MATEMATIS SISWA DALAM PEMAHAMAN MATERI LUAS DAN KELILING BANGUN DATAR BERDASARKAN TEORI MASON
DOI:
https://doi.org/10.53712/sigma.v9i2.2263Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses berpikir matematis siswa dalam pemahaman materi luas dan keliling bangun datar berdasarkan teori Mason. Sehingga kita dapat memahami bagaimana proses berpikir matematis siswa dalam memahami materi luas dan keliling bangun datar tersebut berdasarkan teori proses berpikir Mason. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V MI Al Kawtsar Panti Jember, Jawa Timur, Indonesia. Tahapan-tahapan pada penelitian ini adalah pemberian soal pada 40 siswa kelas V, memilih jawaban siswa yang memenuhi tahapan proses berpikir matematis Mason, wawancara. Dari hasil yang didapatkan mengenai proses berpikir matematis siswa dalam pemahaman materi luas dan keliling bangun datar berdasarkan teori Mason dapat disimpulkan bahwa subjek sudah memenuhi indikator-indikator berpikir matematis teori Mason yaitu Spesializing (mengkhususkan), Generalizing (menggeneralisasi), Conjecturing (menduga) dan Convicing/Justifying (meyakinkan).References
Agustina, L; Sa’dijah, C; Sukoriyanto; Candra, TD. 2022. Student’s Mental Model in Understanding Quadrilateral Concept. Turkish Journal of Computer and Mathematics Education. 13(2). 1062-1069
Ernest, P. 2004. The Philosophy of Mathematics Education. UK: Taylor & Francis.
Fajari, UN. 2020. Analisis Miskonsepsi Siswa pada Materi Bangun Datar dan Bangun Ruang. Jurnal Kiprah. 8(2). 113-122
Kennedy, LM. 2008. Guiding Children’s Learning of Mathematics. Eleven Edition. Thomson Wadswort. USA
Khan, L. 2015. What is Mathematics-an Overview. International Journal of Mathematics and Computational Science. 1(3). 98-101
Mason J, Burton L, Stacey K. 2010. Thinking Mathematically (2nd ed.). Harlow, England: Prentice Hall
Mudrikah, A. 2016. Problem-Based Learning Associated By Action-Process-Object-Schema (Apos) Theory To Enhance Students’ High Order Mathematical Thinking Ability. International Journal of Research in Education and Science (IJRES), 2(1), 125- 135
Moleong. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya
Nayazik, A. & Sukestiyarno. 2012. Pembelajaran Matematika Model Ideal Problem Solving dengan Teori Pemrosesan Informasi untuk Pembentukan Pendidikan Karakter dan Pemecahan Masalah Materi Dimensi Tiga Kelas X SMA. Phytagoras. 7(2). 1-8
Ngilawajan, D.A. 2013. Proses Berpikir Mahasiswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika Materi Turunan Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent. Pedagogia. 2(1). 71-83
Panjaitan, B. 2013. Proses Kognitif Mahasiswa dalam Pemecahan Masalah Matematika. Jurnal Ilmu Pendidikan. 19(1). 17-25
Ruggiero, VR. 2011. Beyond Feelings A Guide to Critical Thingking. New York:Mc Graw Hill
Rohana, R. 2015. Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Mahamahasiswa Calon Guru Melalui Pembelajaran Reflektif. Infinity Journal. 4 (1). 105-119
Sangpom, W, Suthisung, N, Kongthip, Y & Inprasitha, M. 2016. Advanced Mathematical Thinking and Students’ Mathematical Learning: Reflection from Students’ Problem-Solving in Mathematics. Journal of Education and Learning. 5 (3). 72 – 82
Saragih, S & Napitupulu, E. 2015. Developing Student-Centered Learning Model to Improve High Order Mathematical Thinking Ability. International Education Studies. 8 (6). 104 – 112
Stacey, K. What is Mathematical Thingking and Why Is It Important?. University of Melbourme
Van De Walle, J.A. 2008. Matematika Sekolah Dasar dan Menengah : Pengembangan Pengajaran. Jakarta : Gramedia
Downloads
Published
Issue
Section
License
Setiap naskah yang diterima harus disertai dengan "Perjanjian Pengalihan Hak Cipta" sebelum publikasi artikel.

SIGMA by Universitas Madura is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

