Studi Eksperimental Penambahan Serbuk Arang Kayu Dengan Kadar 10% Terhadap Filler Semen Pada Campuran Perkerasan AC – WC
DOI:
https://doi.org/10.53712/rjrs.v4i2.782Abstract
Jenis lapis perkerasan aspal yang sifatnya struktural dan umum dipakai di Indonesia adalah Lapis Aspal Beton (Laston) dengan lapis aus atau lapis permukaan (Wearing Course). Lapisan tersebut merupakan lapisan yang paling rentan dengan kerusakan yang diakibatkan oleh repitisi beban kendaraan dan cuaca. Penelitian ini mecoba serbuk arang kayu dapat dimanfaatkan sebagai filler dalam campuran aspal sebagai alternatif pengganti semen. Dalam penelitian ini pembuatan benda uji mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2010 (Divisi VI). Digunakan variasi serbuk arang kayu 10%. Dari data Marshall Test yang didapatkan, memenuhi persyaratan sesuai Spesifikasi Bina Marga 2010 adalah serbuk arang kayu yang berkadar 10%. Pada benda uji serbuk arang kayu 10% dihasilkan VIM sebesar 5,32 %, VMA sebesar 17,81, Void Filled sebesar 70,18, stabilitas sebesar 1354, Flow sebesar 3,17, Marshall Quetiont sebesar 427,5, tebal selimut aspal sebesar 8,020. Sehingga dapat di simpulkan bahwa kandungan variasi serbuk arang kayu 10% meningkatkan nilai Marshall Test.References
Sukirman, Silvia;. (2010). Perencana Tebal Struktur
Perkerasan Lentur. Bandung: Nova
Permana, Shezy Nurhayati; Prasetyanto, Dwi;
Zurni, Rahmi;. (n.d.). Studi Penggunaan Limbah Las
Karbit Untuk Bahan Tambah Pada Perkerasan Laston
AC-WC.
Hendarsin, L Shirley (2000), Perencanaan
Teknik Jalan Raya. Politeknik Negeri Bandung
Polii, Fahri Ferdinand; (2017). Pengaruh Suhu Dan
Lama Aktifasi Terhadap Mutu Arang Aktif Dari Kayu
Kelapa. Balai Riset Dan Standarisasi Manado.
Badan Standarisasi Nasional, 1991, SNI 06-
-1991, Cara Uji Titik Nyala Dan Titik Bakar Aspal
Dengan Alat Cleveland Open Cup. Departemen Pekerjaan
Umum, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen
Pekerjaan Umum.
Bina Marga Direktorat Jendaral, Spesifikasi Umum
tahun 2010 Revisi III. Departemen Pekerjaan Umum.
Jakarta
Badan Standarisasi Nasional, 2008, SNI
:2008, Cara Uji Keausan Agregat Dengan Mesin
Abrasi Los Angeles, Departemen Pekerjaan Umum,
Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen
Pekerjaan Umum.
Badan Standarisasi Nasional, 1991, SNI 06-
-1991, Cara Uji Berat Jenis Aspal Keras,
Departemen Pekerjaan Umum, Badan Penelitian dan
Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum.
Badan Standarisasi Nasional, 1991, SNI 06-
-1991, Cara Uji Penetrasi Aspal, Departemen
Pekerjaan Umum, Badan Penelitian dan Pengembangan
Departemen Pekerjaan Umum.
RSNI M-01-2003;. Metode Pengujian Campuran
Beraspal Panas Dengan Alat Marshall. Badan
Standardisasi Nasional.
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan
Rakyat;(2017). Manual Perkerasan Jalan. Jakarta:
Direktorat Jenderal Bina Marga.
Departemen Pekerjaan Umum: 2002. Pedoman
Perkerasan Lentur Metode Bina Marga (Pt T-01-2002-B),
Jakart