Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis https://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_peternakan_maduranch <div class="journal-description"><p> </p><table width="100%" border="0" cellspacing="10" cellpadding="4"><tbody><tr valign="top"><td width="20%"><p><img src="/public/site/images/maharani/maduranch-cover.PNG" alt="" height="250px" /></p></td><td width="40"> </td><td valign="top" width="100%"><table class="data" width="100%"><tbody><tr valign="top"><td width="20%">Journal title</td><td width="40">: MaduRanch: Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan</td></tr><tr valign="top"><td width="20%">Initials</td><td width="40">: MaduRanch</td></tr><tr valign="top"><td width="20%">Frequency</td><td width="40"><p>: 2 Issues every year (Mei dan November)</p></td></tr><tr valign="top"><td width="20%">DOI</td><td width="40">: <a id="pub-id::doi" href="http://dx.doi.org/10.53712/maduranch.v8i1">http://dx.doi.org/10.53712/maduranch.v8i1</a></td></tr><tr valign="top"><td width="20%">P-ISSN (print)</td><td width="40">: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2528-3057"><span>2528-3057</span></a></td></tr><tr valign="top"><td width="20%">E-ISSN (online)</td><td width="40">: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2828-6367">2828-6367</a></td></tr><tr valign="top"><td width="20%">Editor-in-Chief</td><td width="40">: Dr. Ir. Riszqina, MP.</td></tr><tr valign="top"><td width="20%">Publisher</td><td width="40">: Fakultas Pertanian, <a href="https://unira.ac.id">Universitas Madura</a></td></tr></tbody></table></td></tr></tbody></table></div><p><strong>JURNAL MADURANCH</strong> merupakan Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Madura, memuat artikel tentang kajian-kajian <strong>ilmu peternakan dan ilmu agribisnis</strong> yang diangkat dari hasil penelitian. Jurnal Maduranch terbit setahun 2 kali ( <strong>Mei dan November</strong> )</p> Universitas Madura en-US Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis 2528-3057 The Effect of Adding Coffee and Lemon Water on the Organoleptic Properties of Pasteurized Goat Milk https://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_peternakan_maduranch/article/view/2961 <div> <p class="abstrak">Susu kambing merupakan pangan bergizi tinggi yang kaya protein, lemak, dan mineral serta mudah dicerna. Namun, minat konsumsi masyarakat masih rendah karena aroma dan cita rasa khas susu kambing yang kurang disukai. Salah satu upaya untuk meningkatkan penerimaan konsumen adalah melalui inovasi produk dengan penambahan bahan alami, seperti kopi dan air lemon. Kopi memiliki aroma dan cita rasa kuat yang dapat membantu menutupi aroma khas susu kambing, sedangkan air lemon memberikan rasa segar dan membantu meningkatkan stabilitas produk karena kandungan asam sitratnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap kopi susu kambing pasteurisasi dengan penambahan air lemon pada konsentrasi berbeda serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan uji organoleptik. Penelitian menggunakan metode analisis sensoris deskriptif dengan uji hedonik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Panelis yang digunakan sebanyak 30 orang. Perlakuan terdiri atas P0 (kopi susu kambing tanpa air lemon), P1 (penambahan air lemon 10 ml), dan P2 (penambahan air lemon 15 ml). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air lemon berpengaruh terhadap tingkat kesukaan panelis pada warna, aroma, rasa, dan tekstur kopi susu kambing pasteurisasi. Berdasarkan uji BNT, perlakuan P0 berbeda nyata dengan P1 dan P2. Perlakuan yang paling disukai panelis adalah P0, yaitu kopi susu kambing tanpa penambahan air lemon. Dengan demikian, formulasi tanpa air lemon menjadi perlakuan terbaik, sedangkan penggunaan air lemon perlu dibatasi agar tetap memberikan sensasi segar tanpa menurunkan kualitas sensori produk.</p> </div> Joko Purdiyanto Diasyurannyta A. Marheni Abdurrahman Abdurrahman Muzammil Muzammil M. Habibur Rohib Sallim Ali Cepryana S Widyananda Copyright (c) 2026 Joko Purdiyanto, Diasyurannyta A. Marheni, Abdurrahman Abdurrahman, Muzammil Muzammil, M. Habibur Rohib, Sallim Ali, Cepryana S Widyananda 2026-05-16 2026-05-16 11 1 123 128 10.53712/maduranch.v11i1.2961 Pengaruh Paparan Pestisida Sintetik terhadap Kesehatan Hewan Ternak Dalam Konteks Pertanian Berkelanjutan dan PHT https://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_peternakan_maduranch/article/view/2942 <div> <p class="abstrak"><span lang="IN">Penggunaan pestisida sintetik dalam sistem pertanian intensif menimbulkan risiko terhadap kesehatan hewan ternak yang berada di sekitar lahan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jalur paparan pestisida sintetik terhadap hewan ternak, dampaknya terhadap kesehatan dan produktivitas, serta mengevaluasi relevansi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Kajian dilakukan melalui studi literatur dengan pendekatan tematik terhadap artikel ilmiah terindeks dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari sepuluh jenis residu pestisida, termasuk <em>glyphosate</em>, <em>chlorpyrifos</em>, <em>cypermethrin</em>, <em>imidacloprid</em>, <em>atrazine</em>, <em>malathion</em>, <em>DDT</em>, dan <em>lindane</em>, terdeteksi pada sampel ternak dan lingkungan kandang. Residu tersebut berasal dari enam golongan pestisida yaitu organofosfat, herbisida, piretroid, organoklorin, neonicotinoid, serta campuran multi-residu. Paparan terjadi melalui enam jalur utama yaitu ingestasi pakan, ingestasi air, inhalasi, kontak dermal, transmisi biologis, dan kondisi lingkungan kandang, dengan dampak berupa gangguan fisiologis pada sistem saraf, hati, dan ginjal, gangguan hematologi, respirasi, reproduksi, perkembangan embrio, serta penurunan produktivitas susu, daging, dan telur.</span><span lang="EN-US"> Akumulasi residu dalam jaringan tubuh ternak akibat paparan pestisida menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, keamanan pangan, dan nilai ekonomi produk peternakan. PHT dipandang sebagai pendekatan yang relevan untuk menekan paparan tersebut melalui pengurangan frekuensi aplikasi dan penggunaan pestisida secara selektif. </span><span lang="IN">Oleh karena itu, diperlukan intervensi multisektor yang mencakup pengawasan, edukasi, dan dukungan kebijakan untuk memperkuat praktik pertanian-peternakan yang sehat dan berkelanjutan.</span></p> </div> Nhyra Kamala Putri Mudastsir Mudastsir Muhammad Farhan Putra Emil Agam Rizki Copyright (c) 2026 Nhyra Kamala Putri, Mudastsir Mudastsir 2026-06-06 2026-06-06 11 1 161 170 10.53712/maduranch.v11i1.2942 PENAMBAHAN KUNING TELUR ITIK DALAM PENGENCER NACL FISIOLOGIS TERHADAP KUALITAS SEMEN AYAM KAMPUNG YANG DISIMPAN PADA SUHU RUANG https://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_peternakan_maduranch/article/view/2718 <p>This study aimed to investigate the effect of storage duration with the addition of duck egg yolk on the quality of Kampung chicken spermatozoa stored at room temperature. The roosters used were 18–20 months old with a body weight ranging from 1.8 to 2.1 kg. A factorial completely randomized design (CRD) was employed, consisting of two factors. The first factor was the type of semen diluent: 100% physiological NaCl (P0), 95% physiological NaCl + 5% duck egg yolk (P1), 90% physiological NaCl + 10% duck egg yolk (P2), and 85% physiological NaCl + 15% duck egg yolk (P3). The second factor was the storage duration at room temperature (25–28°C): 30 minutes (A1), 60 minutes (A2), 90 minutes (A3), and 120 minutes (A4). Data were analyzed using a factorial CRD, and if a significant effect was observed (P &lt; 0.05), further analysis was conducted using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results demonstrated that the use of physiological NaCl supplemented with duck egg yolk in all treatments (P0, P1, P2, and P3) maintained average sperm motility and viability above 70%, and abnormality rates below 20%. Storage at room temperature for up to 90 minutes preserved sperm motility and viability above 70%, with abnormalities remaining under 20%. A highly significant interaction (P&lt;0.01) was observed between the type of diluent and storage duration at room temperature for sperm motility and viability. However, no significant interaction was found for sperm concentration and abnormality.</p><p>Keywords: Duck Egg Yolk, Kampung chicken, Semen diluent, Spermatozoa</p> Angelina Novita Tethool Hasril Hasril Johan F. Koibur M. Jen Wajo Isti Widayati Noveling Inriani Copyright (c) 2026 Angelina Novita Tethool 2026-05-16 2026-05-16 11 1 129 137 10.53712/maduranch.v11i1.2718 Karakteristik Morfologis dan Kelayakan Finansial Usaha Kambing Kosta sebagai Plasma Nutfah Lokal Banten https://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_peternakan_maduranch/article/view/2958 <div> <p class="abstrak"><span lang="EN-US">Kambing Kosta merupakan ternak lokal Banten yang memiliki potensi sebagai sumber daya genetik daerah dan komoditas usaha peternakan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik morfologis kambing Kosta dan menganalisis kelayakan finansial usaha peternakannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif eksploratif karena jumlah peternak kambing Kosta di lokasi penelitian terbatas dan kajian diarahkan untuk memperoleh gambaran awal mengenai karakteristik ternak serta kelayakan usaha. Penelitian dilaksanakan di Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, pada Juli sampai Agustus 2025 dengan melibatkan enam responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan finansial menggunakan perhitungan keuntungan, Break Even Point, R/C, Net B/C, dan rentabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambing Kosta memiliki ciri morfologis khas berupa muka lonjong dan lancip, hidung rata, telinga pendek dan tegak, tanduk pendek, serta warna bulu bervariasi dari cokelat kemerahan hingga hitam. Sistem pemeliharaan masih didominasi pola ekstensif dengan skala kepemilikan kecil. Analisis finansial menunjukkan keuntungan sebesar Rp7.248.667 per tahun, BEP produksi 7 ekor, BEP harga Rp1.107.765 per ekor, R/C 1,38, Net B/C 0,38, dan rentabilitas 2,74%. Temuan ini menunjukkan bahwa usaha kambing Kosta layak dijalankan, tetapi pengembangannya masih membutuhkan perbaikan manajemen, peningkatan skala usaha, dan dukungan konservasi plasma nutfah lokal.</span></p> </div> Vony Armelia Magfira Magfira Raiza Tri Pangesti Fazriati Shofa Aini Mochamad Fahri Copyright (c) 2026 Vony Armelia, Magfira Magfira, Raiza Tri Pangesti, Fazriati Shofa Aini, Mochamad Fahri 2026-05-26 2026-05-26 11 1 149 160 10.53712/maduranch.v11i1.2958 Distribusi Kasus Bovine Ephemeral Fever (BEF) Berdasarkan Umur, Jenis Sapi dan Manifestasi Klinis di Kabupaten Sampang https://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_peternakan_maduranch/article/view/2946 <div> <p class="abstrak"><span lang="EN-US">Bovine Ephemeral Fever (BEF) merupakan penyakit virus pada sapi yang banyak ditemukan di wilayah tropis dan dapat menyebabkan gangguan produktivitas ternak. Kabupaten Sampang termasuk salah satu wilayah dengan populasi sapi yang tinggi di Pulau Madura.</span> Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi kasus BEF berdasarkan jenis sapi, umur, dan manifestasi klinis, serta menggambarkan pola persebarannya di 14 kecamatan. <span lang="EN-US">Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase</span> <span lang="EN-US">Total kasus BEF yang tercatat sebanyak 2.540 kasus, terdiri atas sapi Madura sebanyak 1.465 kasus (57,68%), sapi Madura Cross sebanyak 1.074 kasus (42,28%), dan sapi Limosin sebanyak 1 kasus (0,04%). Kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi adalah Ketapang (565 kasus), Sokobanah (449 kasus), dan Sampang (344 kasus). Manifestasi klinis yang paling banyak ditemukan yaitu anoreksia disertai demam sebanyak 1.846 kasus (72,68%), diikuti gejala demam tanpa kombinasi sebanyak 352 kasus (13,86%), gangguan pernapasan sebanyak 345 kasus (13,58%), dan gejala tambahan lain sebanyak 210 kasus (8,27%).</span> <span lang="EN-US">Kasus BEF di Kabupaten Sampang lebih banyak ditemukan pada sapi Madura dan Madura Cross, dengan manifestasi klinis dominan berupa anoreksia dan demam.</span></p> </div> Diasyurannyta Adeputri. M Joko Purdiyanto Anisah Anisah M. Rafi Khairullah Siti Dewi Ratnadi Cepryana S. Widyananda Copyright (c) 2026 Diasyurannyta Adeputri. M, Joko Purdiyanto, Anisah Anisah, M. Rafi Khairullah, Siti Dewi Ratnadi, Cepryana S. Widyananda 2026-05-19 2026-05-19 11 1 139 147 10.53712/maduranch.v11i1.2946 Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Odot (Pennisetum purpureum cv. mott) Pada Level Yang Berbeda https://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_peternakan_maduranch/article/view/2857 <p>Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman odot (pennisetum purpureum cv.mott) pada level yang berbeda. Untuk mengetahui perbedaan signifikan dalam pertumbuhan dan produksi tanaman odot yang diberi pupuk kompos. Penelitian ini dilakukan di Kebun percobaan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, pada rentang waktu bulan februari hingga maret 2025. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diterapkan meliputi P0: Tidak menggunakan pupuk kompos dan kulit kopi (control), P1: pupuk kompos 50 gram + kulit kopi/polybag, P2: pupuk kompos 100 gram + kulit kopi/polybag, P3: pupuk kompos 150 gram + kulit kopi/polybag. Ukuran polybag yang digunakan 35x40 dengan jumlah penanaman 1 stek perpolybag untuk memastikan pertumbuhan optimal dan ruang akar yang cukup. Analisis keragaman menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kompos berpengaruh yang sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, panjang daun, jumlah anakan, jumlah daun. Perlakuan terbaik terdapat pada dosis 100 gram pupuk kompos + kulit kopi (P2), yang menunjukkan hasil yang optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman odot.</p> Rinaldi Mansur Armayani M Angga Nugraha Copyright (c) 2026 Rinaldi Rinal mansur 2026-06-06 2026-06-06 11 1 171 181 10.53712/maduranch.v11i1.2857