Pengaruh Lama Inkubasi Sexing Spermatozoa X Dan Y Dengan Metode Albumin Putih Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Kambing Boer
DOI:
https://doi.org/10.53712/maduranch.v11i1.3011Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama inkubasi pada sexing spermatozoa terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer. Proses sexing menggunakan metode albumen putih telur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima kali ulangan yakni P1: Lama inkubasi 30 menit, P2: Lama inkubasi 40 menit dan P3: Lama inkubasi 50 menit. Parameter yang diamati yaitu motilitas, viabilitas, abnormalitas dan rasio spermatozoa X dan Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas tertinggi terdapat pada lapisan atas dan lapisan bawah terdapat pada perlakuan P1 dan P2 (81.80±3.11% dan 79.20±1.78%) dan motilitas terendah pada perlakuan P3 (75.60±6.26% dan 73.00±9.08%). Selain itu, persentase viabilitas spermatozoa tertinggi pada lapisan atas pada perlakuan P1 dan lapisan bawah pada P2 (83.20±3.27% dan 81.00±0.70%). Sedangkan abnormalitas terendah terdapat pada lapisan atas dan lapisan bawah terdapat pada perlakuan P1 (3.00±0.70% dan 2.20±0.83%). Proporsi spermatozoa X dan Y tertinggi terdapat pada perlakuan P1, yakni 54.80±11.40% spermatozoa X dan 46.20±11.40% spermatozoa Y pada labisan atas dan 41.00±13.41% spermatozoa X dan 59.00±13.41% spermatozoa Y pada labisan bawah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variasi lama inkubasi 30–50 menit belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer, namun inkubasi 30 menit cenderung menghasilkan proporsi pemisahan spermatozoa X dan Y yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.