Distribusi Kasus Bovine Ephemeral Fever (BEF) Berdasarkan Umur, Jenis Sapi dan Manifestasi Klinis di Kabupaten Sampang
DOI:
https://doi.org/10.53712/maduranch.v11i1.2946Abstract
Bovine Ephemeral Fever (BEF) merupakan penyakit virus pada sapi yang banyak ditemukan di wilayah tropis dan dapat menyebabkan gangguan produktivitas ternak. Kabupaten Sampang termasuk salah satu wilayah dengan populasi sapi yang tinggi di Pulau Madura. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi kasus BEF berdasarkan jenis sapi, umur, dan manifestasi klinis, serta menggambarkan pola persebarannya di 14 kecamatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase Total kasus BEF yang tercatat sebanyak 2.540 kasus, terdiri atas sapi Madura sebanyak 1.465 kasus (57,68%), sapi Madura Cross sebanyak 1.074 kasus (42,28%), dan sapi Limosin sebanyak 1 kasus (0,04%). Kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi adalah Ketapang (565 kasus), Sokobanah (449 kasus), dan Sampang (344 kasus). Manifestasi klinis yang paling banyak ditemukan yaitu anoreksia disertai demam sebanyak 1.846 kasus (72,68%), diikuti gejala demam tanpa kombinasi sebanyak 352 kasus (13,86%), gangguan pernapasan sebanyak 345 kasus (13,58%), dan gejala tambahan lain sebanyak 210 kasus (8,27%). Kasus BEF di Kabupaten Sampang lebih banyak ditemukan pada sapi Madura dan Madura Cross, dengan manifestasi klinis dominan berupa anoreksia dan demam.
References
Basar, H., Humaidah, N., & Suryanto, D. (2024). Studi Manajemen Pemeliharaan Sapi Madura Terhadap Kasus Pilek Sapi Bovine Ephemeral Fever (BEF). Jurnal Dinamika Rekasatwa, 7(1), 335–340.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2023). Laporan tahunan kesehatan hewan Provinsi Jawa Timur. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Economic Aspects of Bovine Ephemeral Fever (BEF) Outbreaks in Dairy Cattle Herds. (2023). Veterinary Sciences / PubMed / MDPI.
Golender, N., Hoffmann, B., Kenigswald, G., Scheinin, S., Kedmi, M., Gleser, D., & Klement, E. (2024). Bovine Ephemeral Fever Viruses in Israel 2014–2023: Genetic Characterization of Local and Emerging Strains. Pathogens, 13(8), 636. https://doi.org/10.3390/pathogens13080636
Golovach, P. I., Gutyj, B. V., Kolomiiets, I. A., Ostapiv, D. D., Oseredchuk, R. S., & Sloboda, O. M. (2023). The Effect of B Groups Vitamins (B1, B2, B5, B6, B10, B12) On The Activity of Antioxidants Protection System Enzymes and The Content of Lipids Peroxide Oxidation Products In The Blood of Feeding Cattle. Scientific Messenger of LNU of Veterinary Medicine and Biotechnologies, 25(112), 22–26. https://doi.org/10.32718/nvlvet11203
Hermawan, I. P., Sari, D. A. K., Kurnianto, A., & Pratama, J. W. A. (2022). Antibiotika Dalam Kedokteran Hewan. UWKS Press.
Lee, F. (2019). Bovine Ephemeral Fever in Asia: Recent Status and Research Gaps. Viruses, 11(5), 412. https://doi.org/10.3390/v11050412
Mashur, Hunaepi, & Samsuri, T. (2022). The Sustainability Status And The Development Strategy of Collective Cage-Based Beef Cattle Smallholder Farming on Lombok Island: The Dimension of Disease Incidence. Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu Dan Pembelajaran Matematika Dan IPA IKIP Mataram, 11(1), 1. https://doi.org/10.33394/j-ps.v11i1.5241
Medion Ardika Bhakti. (2021, July 1). Mewaspadai BEF Saat Pancaroba dan Cuaca Ekstrem. Medion Ardika Bhakti. https://www.medion.co.id/info-medion/mewaspadai-bef-saat-pancaroba-dan-cuaca-ekstrem/
Nururrozi, A., Fitranda, M., Indarjulianto, S., & Yanuartono, Y. (2017). Bovine Ephemeral Fever Pada Ternak Sapi Potong di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta (Laporan Kasus). Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 27(1), 101–106. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2017.027.01.09
Nururrozi, A., Indarjulianto, S., Yanuartono, Y., Purnamaningsih, H., & Raharjo, S. (2020). Bovine Ephemeral Fever (BEF) : Penyebab, Epidemiologi, Diagnosa, dan Terapi. Jurnal Sain Veteriner, 38(1). https://doi.org/10.22146/jsv.41863
Pemkab Pesisir Selatan. (2022, January 28). Musim Pancaroba, Masyarakat Diminta Waspada Terhadap Penyakit BEF Pada Ternak Sapi. Pessel. https://www.pesisirselatankab.go.id/rberita/detail/-musim-pancaroba-masyarakat-diminta-waspada-terhadap-penyakit-bef-pada-ternak-sapi--?utm_source=chatgpt.com
Puspitadesy, S. A., Satriya Permana, R. G., Yanuartono, Y., Martini, M., Nareswari, A., & Ediyono, S. (2024). Handling Bovine Ephemeral Fever (BEF) in Semanu District, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta, Indonesia. International Journal of Life Science and Agriculture Research, 03(06). https://doi.org/10.55677/ijlsar/V03I6Y2024-04
Susilo, J., Khalim, D. N., & Pramono, B. (2020). Investigas Kasus Bovine Ephemeral Fever Di Kabupaten Pring Seweu Tahun 2019-2020. Prosiding Penyidikan Penyakit Hewan Rapat Teknis Dan Pertemuan Ilmiah (RATEKPIL) Dan Surveilans Kesehatan Hewan Tahun 2020, 85–90.
Walker, P. J., & Klement, E. (2015). Epidemiology and control of BEF in tropical livestock production systems. Transboundary and Emerging Diseases, 69 (5), 2856-2866. https://doi.org/10.1111/tbed.14235
Yanuartono, Nururrozi, A., Soedarmanto, I., & Ramandani, D. (2021). Manfaat Suplementasi Vitamin C Pada Kesehatan Ternak Ruminansia. JITP, 9(1), 14–22.
Yuniarti, W. M., Lukiswanto, B. S., Setiawan, B., Yudaniayanti, I. S., Triakoso, N., Hisyam, M. A. M., Susanti, L., Niken Hastuti, A., & Sudjono, B. S. (2024). Strategic Infectious Diseases in Beef Cattle in Balongpanggang during 2023. Jurnal Medik Veteriner, 7(2), 362–369. https://doi.org/10.20473/jmv.vol7.iss2.2024.362-369