KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING SAPI YANG DIRENDAM MENGGUNAKAN AIR KELAPA DENGAN LAMA PERENDAMAN YANG BERBEDA
DOI:
https://doi.org/10.53712/maduranch.v8i2.2045Keywords:
Kualitas Organoleptik, Daging Sapi, Perendaman pada Air KelapaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas organoleptik daging sapi setelah direndam menggunakan air kelapa dengan lama perendaman yang berbeda dengan perlakuan P1 : Perendaman dalam air kelapa 30 menit, P2 : Perendaman dalam air kelapa 60 menit, P3 : Perendaman dalam air kelapa 90 menit, dan P4 : Perendaman dalam air kelapa 120 menit. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) uji kesukaan menggunakan skala 5 (5 = sangat suka, 4 = suks, 3 = medium, 2 = tidak suka, dan 5 = sangat tidak suka) dengan panelis sebanyak 30 orang. Variabel yang diukur adalah tingkat kesukaan panelis terhadap daging sapi dengan parameter yang diukur adalah warna, aroma, rasa, dan tekstur. Teknik pengolahan data menggunakan analisis sidik ragam, uji beda nyata terkecil dan analisa deskriptif. Hasil uji organoleptik kesukaan panelis terhadap daging sapi menghasilkan F Hitung < F Tabel 5 %, sehingga perendaman daging sapi pada air kelapa tidak mempengaruhi kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur. Sedangkan hasil uji organoleptik untuk aroma dihasilkan F Hitung > F Tabel 5 %, sehingga perendaman daging sapi pada air kelapa mempengaruhi kesukaan panelis terhadap aroma daging. Dari uji BNT menujukkan bahwa panelis memiliki perbedaan kesukaan terhadap aroma daging sapi yang direndam pada air kelapa dengan lama perendaman yang berbeda 30, 60, 90, dan 120 menit. Hasil uji deskriptif diperoleh bahwa warna yang paling disukai panelis adalah daging sapi dengan lama perendaman 30 dan 60 menit, aroma yang paling disukai panelis adalah daging sapi dengan lama perendaman 30 menit, rasa yang paling disukai panelis adalah daging sapi dengan lama perendaman 90 menit dan tekstur yang paling disukai panelis adalah daging sapi dengan lama perendaman 30 dan 60 menitReferences
Agustin 2018. Ilmu Pakan Dan Nutrisi Hewan. Unisnu Press
Astawan, P. D. ,2004,. Pentingnya Mengkonsumsi daging. Retrived September. 26,. 2012,. fromhttp://peternakantaurus.Wordpress.com/2010//07/26/pentingnya mengkonsumsi daging.
Buckle. 2009. Penyehatan Makanan Dan Minuman. Jakarta, UI press.
Farhanah S. 2019. Kualitas Fisik Daging Sapi yang Direndam Menggunakan Air Kelapa.. Jurnal Tekhnologi dan Industri Peternakan Tahun 2019
Fellows. 2016. Teknologi Pengolahan Pangan Prinsip Dan Praktik. Jakarta: EGC.
Indradewa. 2004. Etnoagronomi Indonesia. Andi
Lawrie, R.A. 2003.. Ilmu Daging. Penerjemah Aminudin P. UI-Press, Jakarta.
Mason. 2004. Tips Kesehatan Dengan Kelapa Dan Cengkeh. Yayasan Penerbit Pers Aisyiyah.
Mayasari 2019. Etika Lingkungan. Umm Press
Muladno. 2012. Aplikasi tekhnologi perbibitan untuk peningkatan produksi bakalan dan kualitas daging sapi nasional. Prosiding seminar nasional peningkatan produksi dan kualitas daging sapi Bali Nasional. Pusat kajian Sapi Bali Universitas Udayana-Bali.14 September 2012.
Ningrum 2021. Analisis Pangan. Ugm Press
Palungkun. 2006. Aneka Produk Olahan Kelapa. Jakarta: Penebar Swadaya.
Pambayun. 2002. Teknik Pengolahan Nata De Coco. Jakarta: Kanisius.
Prima, I. B. 2008. Kebijakan impor daging sapi dan ketahanan pangan.
Prinyawiwatkul. 1997. Kualitas Kimia Dan Organoleptik. Ikhwan Kreativ Bandung.
Rahayu 1998 . Pekan Komik Dan Animasi Nasional. Direktorat Jendral Kebudayaan
Rindengan. 2005. Teknologi Lemak/Minyak Virgin Coconut Oil. PT Gramedia Jakarta.
Setyaningsih 2010. Teknologi Pengolahan Hijauan Dengan Perendaman Natrium Bisulfit. Uwais Inspirasi Indonesia
Wahyuni. 2008. Warisan Kuliner Indo Belanda Untuk Hidangan Daging. PT Gramedia Jakarta.
Wahyuni, 2018. Pengaruh Air Kelapa Terhadap Kualitas Fisik Daging Sapi. Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol. 7, No. 2, Desember 2018, pp.33-37 ISSN 2303 – 1093