https://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/issue/feedJurnal Komposisi2025-12-13T19:01:19+00:00M. Khoirikhoiri83@unira.ac.idOpen Journal SystemsJurnal Komposisi merupakan jurnal berkala (2 kali dalam setahun) yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Jurnal ini memuat karya ilmiah yang berkaitan dengan bidang Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya.https://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/2908Makna Kultural Makanan Tradisional Pada Upacara Adat Pamasu-Masuon Di Batak Toba: Kajian Antropolinguistik2025-12-09T18:24:57+00:00Purba Diandianberkati@students.usu.ac.idSilaban Immanuelimmanuelsilaban@usu.ac.idSimarmata Murnimurnisimarmata@students.usu.ac.idYustina Simamorayustinajindi@students.usu.ac.idBasri Sitanggangbasrinatan@students.usu.ac.idRobert Sibaranirs.sibarani@usu.ac.id<em>Penelitian ini menganalisis makna budaya makanan tradisional Batak Toba dalam ritual pernikahan (<em>pamasu-masuon</em>) di tengah tantangan globalisasi yang menggeser minat generasi muda terhadap tradisi lokal. Penelitian bertujuan mengidentifikasi jenis hidangan serta mengungkap makna filosofis yang dikandungnya. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi dokumen menggunakan teori antropolinguistik dan semantik budaya, data diperoleh melalui tinjauan pustaka, observasi video YouTube, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional mengandung nilai budaya yang mendalam: <strong>dengke na niarsik</strong> merepresentasikan doa dan berkah (<em>pasu-pasu</em>), kesatuan, serta harapan keturunan (<em>hagabeon</em>); <strong>dengke naniura</strong> melambangkan penghormatan tertinggi, kesuburan, dan kesejahteraan; sedangkan <strong>saksang</strong> mencerminkan penghormatan, kebersamaan, solidaritas, dan ungkapan syukur. Temuan ini menegaskan peran makanan tradisional sebagai medium pelestarian identitas budaya Batak Toba dalam konteks ritual pernikahan.</em>2025-12-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Purba Dian, Silaban Immanuel, Simarmata Murni, Yustina Simamora, Basri Sitanggang, Robert Sibaranihttps://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/2909Analisis Makna Konotasi dan Tindak Tutur Ekspresif dalam Album Gajah (2014) Karya Tulus2025-12-09T18:32:35+00:00Tri Fitrianitrifitriani665@gmail.comAfina Auliaaafina682@gmail.comDodi Firmansyahdfirmansyah@untirta.ac.idDase Juansahdaseerwin77@untirta.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis album “Gajah” milik Tulus dengan menggunakan pendekatan semantik yang berfokus pada analisis makna konotatif serta pragmatik yang menitikberatkan pada tindak tutur ekspresif. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang ditujukan untuk menggali makna-makna tersembunyi dan ekspresi emosional yang terdapat dalam album “Gajah”. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan observasi dan dokumentasi dengan metode simak dan catat. Untuk menganalisis data, peneliti mengumpulkan serta menelaah makna dan tindak tutur ekspresif. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya 43 makna konotatif dan 22 tindak tutur ekspresif dalam album tersebut. Di dalam album “Gajah”, terdapat tindak tutur ekspresif seperti keputusasaan, kehati-hatian, kebahagiaan, kekaguman, kebanggaan, kekecewaan, kepuasan, kesedihan, rasa syukur, harapan, kepekaan, dan pengorbanan.</em><em></em></p>2025-12-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Tri Fitriani, Afina Aulia, Dodi Firmansyah, Dase Juansahhttps://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/2910Morfologi Bahasa Minangkabau: Kajian Tipologi2025-12-09T18:40:22+00:00Ida Basariaida1@usu.ac.idAini Nurlatipanurlatipa14@gmail.comMaryatul Kuptiahmaryatul131204@gmail.com<em>Penelitian ini menganalisis tipologi morfologi bahasa Minangkabau berdasarkan kerangka klasifikasi Friedrich Von Schlegel dan August W. V. Schlegel yang membedakan bahasa menurut karakteristik pembentukan kata dan sistem afiksasinya. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari berbagai kajian terdahulu, dokumen linguistik, serta contoh penggunaan afiksasi dalam bahasa Minangkabau. Analisis difokuskan pada bentuk-bentuk morfemis yang berperan dalam pembentukan kata, mencakup prefiks, sufiks, infiks, dan konfiks yang menunjukkan produktivitas tinggi dalam proses derivasi maupun infleksi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bahasa Minangkabau memiliki sistem afiksasi yang kompleks namun konsisten, di mana setiap morfem yang melekat pada kata dasar tetap mempertahankan fungsi dan bentuk gramatikalnya tanpa mengalami perubahan struktural yang signifikan. Berdasarkan karakteristik tersebut, tipologi morfologi bahasa Minangkabau dapat diklasifikasikan sebagai bahasa berafiks dan termasuk dalam tipe bahasa aglutinatif menurut klasifikasi Schlegel, karena proses pembentukan katanya dilakukan melalui penambahan morfem yang bersifat linear, tersegmentasi jelas, dan membawa makna gramatikal yang stabil. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa bahasa Minangkabau memiliki ciri morfologis yang khas dan relevan untuk dikaji lebih lanjut dalam lingkup morfologi historis, tipologi bahasa, maupun dokumentasi bahasa daerah.</em>2025-12-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ida Basaria, Aini Nurlatipa, Maryatul Kuptiahhttps://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/2911Makna Konotasi dan Tindak Tutur Ilokusi pada Lirik Lagu “Amin Paling Serius”: Kajian Semantik dan Pragmatik2025-12-09T23:04:47+00:00Siti Nurbaiti2222230120@untirta.ac.idZilfa Ghifara2222230037@untirta.ac.idAlifah Shafira2222230129@untirta.ac.idDodi Firmansyahdfirmansyah@untirta.ac.idDase Juansahdaseerwin77@untirta.ac.idPenelitian ini bertujuan untuk menelaah makna konotasi dan tindak tutur ilokusi dalam lirik lagu Sal Priadi dan Nadin Amizah "Amin Paling Serius" dengan menggunakan pendekatan semantik dan pragmatik. Lirik lagu ini dipilih karena memiliki banyak nuansa emosional, simbolik, dan ekspresif yang menampilkan dinamika interaksi interpersonal. Untuk memahami pengalaman makna yang muncul dari kata, frasa, dan satuan tuturan dalam lirik, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Setelah data dikumpulkan melalui metode simak dan catat, analisis dilakukan berdasarkan klasifikasi makna konotasi dan teori tindak tutur ilokusi Austin dan Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu mengandung berbagai makna positif, seperti kelembutan, keindahan, dan harapan, serta makna negatif, seperti kesedihan, keprihatinan, dan kenangan masa lalu yang buruk. Dalam penelitian ini terdapat sejumlah jenis tindak tutur ilokusi yang dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan, memberikan penegasan, atau menunjukkan komitmen emosional antarpenutur. Hasilnya menunjukkan bahwa lagu "Amin Paling Serius" adalah jenis komunikasi estetis yang secara kompleks memadukan pesan emosional, simbolik, dan intensi komunikatif.2025-12-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Siti Nurbaiti, Zilfa Ghifara, Alifah Shafira, Dodi Firmansyah, Dase Juansahhttps://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/2912Semesta Kuliner: Unsur Boga Sebagai Metafora dalam Cerpen Madre Karya Dewi Lestari2025-12-09T23:11:31+00:00Choirul Anamikhanam213@gmail.comRia Kasanovakasanovaria@unira.ac.idRofi’ati Islamr.n.diana817@gmail.comAffan Rahmatullahzyfnnnx@gmail.comHuliya Dewihuliyadewi6@gmail.com<em>Isu tentang gastronomi tentu tidak sekadar perihal makanan dan minuman, lebih dari itu, gastronomi juga menyibak maksud tersirat dan filosofi dari setiap hidangan. Ada makna tersembunyi yang perlu ditafsirkan oleh para penikmat kuliner. Dengan mengangkat objek cerpen “Madre” karya Dewi Lestari (Dee), nuansa gastronomi sastra dapat kental terasa. Dan ini memudahkan dalam interpretasi data sebab senapas dengan fokus penelitian. Kemudian, dengan mengerucutkan pembahasan hanya pada unsur-unsur boga, hasil interpretasi akan lebih spesifik. Hasil temuan penelitian kualitatif deskriptif ini berupa kutipan dari objek bacaan, baik berupa kata, frasa, klausa, atau bahkan kalimat yang kemudian ditranskripsikan menjadi bentuk narasi ulang. Data hasil temuan dikerucutkan hanya pada kutipan yang mengandung unsur “metafora atas boga” di dalamnya. Data hasil temuan diperoleh dari hasil baca (lebih dari satu kali) guna mendapatkan hasil yang valid. Teknik catat juga diperlukan agar data yang diperoleh sejak pembacaan pertama dapat terekam lebih lama.</em>2025-12-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Choirul Anam, Ria Kasanova, Rofi’ati Islam, Affan Rahmatullah, Huliya Dewihttps://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/2917Makna Kontekstual dalam Iklan TV Indonesia: Analisis Semantik pada Bahasa Periklanan Digital2025-12-13T19:01:19+00:00M. Khoirikhoiri83@unira.ac.idRobiatul Adawiyahradawiyah12@gmail.comPerkembangan media digital mendorong perubahan signifikan dalam penyajian dan konsumsi iklan televisi. Iklan TV tidak hanya ditayangkan melalui televisi konvensional, tetapi juga disebarluaskan melalui platform digital seperti YouTube, sehingga memperluas jangkauan audiens dan memperkaya konteks pemaknaan pesan. Penelitian ini berfokus pada analisis makna kontekstual dalam bahasa iklan TV Indonesia dengan tujuan mengidentifikasi bagaimana konteks sosial dan situasional memengaruhi pesan yang disampaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semantik. Data penelitian berupa ujaran dan cuplikan bahasa dari beberapa iklan TV Indonesia yang diunggah ke YouTube. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan teori makna kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan TV Indonesia memanfaatkan berbagai wujud makna kontekstual, meliputi konteks orangan, situasi, tujuan, waktu, tempat, suasana, objek, serta kebahasaan. Setiap unsur konteks tersebut berperan dalam memperjelas, memperkuat, dan memperkaya pesan persuasif yang dibangun oleh iklan. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas iklan televisi dalam era digital sangat dipengaruhi oleh kemampuan produsen iklan dalam memadukan elemen bahasa dan konteks secara tepat. Dengan demikian, makna kontekstual menjadi aspek penting dalam strategi komunikasi periklanan untuk menarik perhatian audiens dan membangun pemahaman pesan secara lebih mendalam.2025-12-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Khoiri M., Robiatul Adawiyah