https://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/issue/feedJurnal Komposisi2026-07-13T16:22:14+00:00M. Khoirikhoiri83@unira.ac.idOpen Journal SystemsJurnal Komposisi merupakan jurnal berkala (2 kali dalam setahun) yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Jurnal ini memuat karya ilmiah yang berkaitan dengan bidang Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya.https://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/3033Fenomena Ungkapan “Kardiman” sebagai Ekspresi Lingual dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Madura: Kajian sosioliguistik2026-06-10T14:40:21+00:00Haniah Haniahhaniahharsono@gmail.comHarsono Harsonoharsono@unira.ac.id<p><em>This study examines the expression “Kardiman” as a linguistic phenomenon within Madurese society from a sociolinguistic perspective. The analysis focuses on its forms of use, social meanings, and the social factors that influence its emergence and development in everyday interaction. This research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation of the expression’s usage across various social contexts. Data analysis was conducted using sociolinguistic theory, emphasizing the relationship between language, speakers, and social context. The findings reveal that the expression “Kardiman” has undergone semantic and functional expansion in Madurese communication practices. It is used as a medium for humor, satire, social labeling, emotional expression, and the representation of certain social behaviors. Its usage is influenced by age, social proximity, communicative context, and the influence of popular culture within the community.The study further indicates that the dynamics of “Kardiman” usage reflect the flexibility of language in responding to social change while maintaining local cultural identity in Madura. Language functions as a representation of continuously evolving social reality. This research contributes to sociolinguistic studies, particularly in understanding popular language phenomena in contemporary society and the interrelationship between language, culture, and social dynamics.</em></p>2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Haniah Haniah, Harsono Harsonohttps://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/3031Tuturan Ilokusi Pada Interaksi Jual Beli di Pasar Tradisional Tumenggungan Kebumen2026-06-10T13:51:41+00:00Ririn Nurul Azizahhendrafatih7@gmail.comSandra Dewi Ervinasandradewiervina@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam interaksi jual beli di Pasar Tradisional Tumenggungan Kebumen. Pasar tradisional bukan sekedar tempat bertemunya penjual dan pembeli, melainkan juga ruang sosial tempat berlangsungnya komunikasi yang sarat makna. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi partisipatif, rekaman audio, pencatatan lapangan, serta dokumentasi. Data dianalisis berdasarkan teori tindak tutur dari Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif merupakan bentuk yang paling dominan digunakan oleh penjual dan pembeli, diikuti oleh tindak tutur asertif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak tutur komisif tidak ditemukan dalam penelitian ini. Setiap tuturan yang terjadi tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga mencerminkan strategi komunikasi dan hubungan sosial antar pelaku interaksi. Penjual dan pembeli menggunakan bahasa secara efektif untuk mempengaruhi, menyampaikan maksud, serta membangun keakraban.</p>2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ririn Nurul Azizah, Sandra Dewi Ervinahttps://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/2956Kesantunan Berbahasa Masyarakat Muna : Tinjauan Pragmatik2026-04-11T06:39:32+00:00La Yani Konisilayanikonisi@gmail.comHaerun Anaahaerun.ana@uho.ac.idMaulid Taembotaembomaulid@gmail.comPenelitian ini membahas kesantunan berbahasa di kalangan masyarakat tutur bahasa Muna secara pragmatik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal mendasar, sebagai berikut. Pertama, penelitian-penelitian tentang kesantunan berbahasa, khususnya kesantunan berbahasa di kalangan masyarakat tutur bahasa Muna belum dilakukan secara maksimal. Kedua, tindak tutur kesantunan dalam bahasa Muna memiliki bentuk yang cukup bervariasi, dan menarik untuk diketahui. Berdasarkan gambaran permasalahan, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur dan prinsip kesantunan berbahasa masyarakat Muna Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoritis, kajian ini bermanfaat untuk (1) memberikan gambaran tentang pemakaian bentuk dan makna tindak tutur kesantunan bahasa Muna, (2) menambah khasanah pengembangan ilmu bahasa daerah, yang dapat dimanfaatkan sebagai penunjang penyusunan dokumentasi kebudayaan nusantara melalui kajian bahasa, (3) dapat dimanfaatkan bagi pengembangan bahasa Muna, dan (4) memberikan sumbangsih terhadap pengembangan teori pragmatik, khususnya yang bertalian dengan sistem tindak tutur kesantunan. Secara praktis, penelitian ini bermanfaat untuk (1) membantu di dalam proses pembelajaran bahasa Muna, (2) memberikan informasi dan referensi bagi peneliti selanjutnya, dan (3) sebagai salah satu dokumentasi kekayaan budaya masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan penelitianini akan dilakukan pada beberapa wilayah/titik di Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif melalui metode wawancara yang disertai dengan pengamatan terhadap kehidupan masyarakat. Data penelitian akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan deskripsi tindak tutur kesantunan berbahasa di kalangan masyarakat tutur bahasa Muna (telaah pragmatik) dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, tuturan santun dalam bahasa Muna dapat berbentuk kata, frase, dan klausa dan memiliki makna yang beraneka ragam, seperti untuk memberikan pujian, menunjukkan kerendahan hati, permohonan maaf, ucapan terima kasih, pemberian nasehat, kedermawanan dan kebijaksanaan, permintaan secara halus, permintaan pertimbangan, dan ucapan salam/permisi. Kedua, jenis-jenis tindak tutur kesantunan dalam bahasa Muna umumnya berupa tindak tutur direktif, asertif, dan ekspresif. Ketiga, tindak tutur kesantunan berbahasa masyarakat Muna banyak mematuhi prinsip penghargaan dan kesederhanaan.2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 MAULID TAEMBOhttps://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/3061Alih Kode dan Campur Kode dalam Video Youtube Maudy Ayunda :Kajian Sosiolinguistik2026-07-01T12:50:13+00:00Tamara Gintingtamara.br@student.undiksha.ac.idIda Bagus Putrayasaputrayasa@undiksha.ac.idI Putu Mas Dewantaramas.dewantara@undiksha.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode dalam video YouTube Maudy Ayunda melalui pendekatan sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan yang terdapat dalam video YouTube Maudy Ayunda. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan pencatatan, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk alih kode yang digunakan oleh penutur adalah alih kode eksternal yang melibatkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sementara itu, bentuk campur kode yang ditemukan dalam data meliputi bentuk kata, frasa, dan klausa. Di antara bentuk-bentuk tersebut, campur kode pada tingkat klausa merupakan yang paling dominan. Dominasi ini mengindikasikan bahwa penyisipan unsur bahasa asing tidak hanya terjadi pada tingkat kata atau frasa, tetapi juga telah berkembang ke struktur kebahasaan yang lebih kompleks, yang memungkinkan penutur mengintegrasikan unsur bahasa lain ke dalam satuan tuturan yang lebih luas.</p>2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 tamara ginting, Ida Bagus Putrayasa, I Putu Mas Dewantarahttps://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/3058Implikatur Percakapan pada Siniar (Podcast) Bocah Bocah Kosong di Kanal Youtube Wkwk Project By Genflix2026-07-01T12:53:25+00:00Winda Fransiska Br Karowinda.fransiska@student.undiksha.ac.idNi Made Rai Wisudarianirai.wisudariani@undiksha.ac.idI Dewa Gede Budi Utamabudi.utama@undiksha.ac.id<p>Siniar <em>(Podcast)</em> merupakan salah satu media komunikasi digital yang banyak diminati masyarakat karena menyajikan percakapan yang spontan, santai, dan humor. Karakteristik tersebut memungkinkan munculnya berbagai implikatur percakapan yang menarik untuk dikaji dalam perspektif pragmatik. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi percakapan yang ada pada Siniar <em>(Podcast)</em> <em>Bocah Bocah Kosong</em> di kanal <em>YouTube</em> Wkwk Project by Genflix. Subjek yang dikaji dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung implikatur percakapan pada <em>podcast</em> tersebut yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling </em>dengan mengambil tiga episode, yaitu episode 53, 70, dan 74. Penelitian ini memfokuskan pada objek berupa jenis implikatur dan fungsi implikatur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori implikatur menurut Grice, teori jenis implikatur menurut Putrayasa, serta teori fungsi implikatur menurut Searle (1979) dan Leech (1993). Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi, metode simak, dan teknik catat. Metode analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.</p>2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Winda Fransiska Br Karo, Ni Made Rai Wisudariani, I Dewa Gede Budi Utamahttps://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_komposisi/article/view/3079Refleksi Sosial, Sosiologi Sastr Refleksi Sosial Dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu serta Relevansinya Terhadap Pembelajaran Sastra2026-07-13T15:14:02+00:00Fadli Ramdhanifadliramdhani903@gmail.comLutfi Syauki Faznurlutfisyauki@umj.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan refleksi sosial</p> <p>yang terkandung dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik</p> <p>Sedu serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran</p> <p>sastra di tingkat SMA. Penelitian ini menggunakan metode</p> <p>deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra.</p> <p>Sumber data berupa novel Pukul Setengah Lima karya Rintik</p> <p>Sedu, sedangkan data penelitian berupa kutipan-kutipan yang</p> <p>mengandung refleksi sosial. Teknik pengumpulan data</p> <p>dilakukan melalui studi pustaka, teknik baca, dan teknik catat.</p> <p>Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data,</p> <p>penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian</p> <p>menunjukkan bahwa novel ini merefleksikan berbagai realitas</p> <p>sosial, seperti hubungan antarmanusia, konflik keluarga,</p> <p>empati, kepedulian sosial, perjuangan menghadapi persoalan</p> <p>hidup, serta nilai-nilai moral yang berkembang dalam</p> <p>masyarakat. Refleksi sosial tersebut disajikan melalui tokoh,</p> <p>alur, dan latar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari</p> <p>sehingga mampu memberikan pengalaman batin dan</p> <p>pembelajaran sosial kepada pembaca. Selain itu, novel ini</p> <p>relevan digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran sastra</p> <p>karena mengandung nilai karakter, nilai kemanusiaan, serta</p> <p>mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam</p> <p>mengapresiasi karya sastra dan memahami realitas sosial</p> <p>melalui karya sastra. Dengan demikian, novel Pukul Setengah</p> <p>Lima memiliki potensi sebagai alternatif bahan ajar sastra yang</p> <p>mendukung tercapainya tujuan pembelajaran sastra secara</p> <p>kontekstual.</p>2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fadli Ramdhani, Lutfi Syauki Faznur