Refleksi Sosial, Sosiologi Sastr Refleksi Sosial Dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu serta Relevansinya Terhadap Pembelajaran Sastra
Refleksi Sosial
DOI:
https://doi.org/10.53712/jk.v11i1.3079Keywords:
Refleksi Sosial, Pukul Setengah Lima, Rintik Sedu, Sosiologi Sastra, social reflection, sosiologi of literature, novel, literature learning, rintik seduAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan refleksi sosial
yang terkandung dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik
Sedu serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran
sastra di tingkat SMA. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra.
Sumber data berupa novel Pukul Setengah Lima karya Rintik
Sedu, sedangkan data penelitian berupa kutipan-kutipan yang
mengandung refleksi sosial. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui studi pustaka, teknik baca, dan teknik catat.
Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa novel ini merefleksikan berbagai realitas
sosial, seperti hubungan antarmanusia, konflik keluarga,
empati, kepedulian sosial, perjuangan menghadapi persoalan
hidup, serta nilai-nilai moral yang berkembang dalam
masyarakat. Refleksi sosial tersebut disajikan melalui tokoh,
alur, dan latar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari
sehingga mampu memberikan pengalaman batin dan
pembelajaran sosial kepada pembaca. Selain itu, novel ini
relevan digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran sastra
karena mengandung nilai karakter, nilai kemanusiaan, serta
mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam
mengapresiasi karya sastra dan memahami realitas sosial
melalui karya sastra. Dengan demikian, novel Pukul Setengah
Lima memiliki potensi sebagai alternatif bahan ajar sastra yang
mendukung tercapainya tujuan pembelajaran sastra secara
kontekstual.
References
Damono, Sapardi Djoko, dan S. Effendy. (1979). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas.
Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Faruk. 2016. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Humaira, A. N. A., & Satriani, I. (2024). Cerminan Masyarakat Dalam Cerpen Bila Semua Wanita
Cantik Karya Tere Liye: Kajian Sosiologi Sastra Ian Watt. Variable Research Journal, 1(02),
-330.
Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Penerapan
metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(9),
-469.
Lusiana, M. (2023). Refleksi Sosial Indonesia dalam Cerpen “Merdeka” Karya Putu Wijaya:
Perspektif Alan Swingewood. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 19(1),
-80
Moleong, L. J., & Surjaman, T. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja
Rosdakarya
Nensilianti, N. (2023). Refleksi Sosial Dalam Novel Manusia & Badainya (Perjalanan Menuju Pulih)
Karya Syahid Muhammad (Kajian Sosiologi Sastra Alan Swingewood). Lingua Franca:
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(2), 156-163.
Putra, C. R. W. (2018). Cerminan zaman dalam puisi (tanpa judul) karya Wiji Thukul: Kajian
sosiologi sastra. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 4(1).
Raho, B. (2016). Sosiologi. Flores: Penerbit Ledalero.
Wellek, Rene and Austin Warren. (1994). Teori Kesusastraan. Diterjemahkan dalam Bahasa
Indonesia oleh Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.