Morfologi Bahasa Minangkabau: Kajian Tipologi

Authors

  • Ida Basaria Universitas Sumatera Utara
  • Aini Nurlatipa Universitas Andalas
  • Maryatul Kuptiah Universitas Andalas

DOI:

https://doi.org/10.53712/jk.v10i2.2910

Keywords:

Tipologi, Morfologi, Minangkabau, Afiksasi

Abstract

Penelitian ini menganalisis tipologi morfologi bahasa Minangkabau berdasarkan kerangka klasifikasi Friedrich Von Schlegel dan August W. V. Schlegel yang membedakan bahasa menurut karakteristik pembentukan kata dan sistem afiksasinya. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari berbagai kajian terdahulu, dokumen linguistik, serta contoh penggunaan afiksasi dalam bahasa Minangkabau. Analisis difokuskan pada bentuk-bentuk morfemis yang berperan dalam pembentukan kata, mencakup prefiks, sufiks, infiks, dan konfiks yang menunjukkan produktivitas tinggi dalam proses derivasi maupun infleksi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bahasa Minangkabau memiliki sistem afiksasi yang kompleks namun konsisten, di mana setiap morfem yang melekat pada kata dasar tetap mempertahankan fungsi dan bentuk gramatikalnya tanpa mengalami perubahan struktural yang signifikan. Berdasarkan karakteristik tersebut, tipologi morfologi bahasa Minangkabau dapat diklasifikasikan sebagai bahasa berafiks dan termasuk dalam tipe bahasa aglutinatif menurut klasifikasi Schlegel, karena proses pembentukan katanya dilakukan melalui penambahan morfem yang bersifat linear, tersegmentasi jelas, dan membawa makna gramatikal yang stabil. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa bahasa Minangkabau memiliki ciri morfologis yang khas dan relevan untuk dikaji lebih lanjut dalam lingkup morfologi historis, tipologi bahasa, maupun dokumentasi bahasa daerah.

References

Basaria, I. (2016). Tipologi Bahasa. Medan: USU Press.

Comrie, B. (1989). Language Universals ad Linguistic Typology. Chicago: University of Chicago Press.

Firdaus, W. (2018). Realisasi Pronomina dalam Bahasa Mooi: Analisis Tipologi Morfologi. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 7(2), 180.

Haspelmath, M. (2010). Comparative concepts and descriptive categories in crosslinguistic studies. Language, 86 (3), 663-687.

Imam Liali, E. N. (2023). Afiksasi Bahasa Minangkabau Dalam Syair Mandu Paja. Sawerigading, 287-300.

Isop Syafei, A. A. (2020). Analisis Kontraktif Proses Afiksasi Pada Verba Dalam Bahasa Minangkabau. Metalingua, 225-238.

Jufrizal. (2007). Tipologi Gramatikal Bahasa Minangkabau: Tataran Morfosintaksis. Padang: UNP Press.

Jufrizal. (2009). Fenomena Tipologi Gramatikal Bahasa Minangkabau: Akusatif, Ergatif atau Campuran. Leksikal, (3) 1, 14-28.

Mallinson, G., & Blake, B. (1981). Tipologi Kajian Lintas Bahasa dalam Sintaksis. Amsterdam: Holland Utara.

Payne, T.E. (1997). Describing Morphosyntax: A Guide for Field Linguists. Combridge: Combridge University Press.

Rahayu, Z. R. (n.d.). (2023). Proses Afiksasi Kata Menggunakan Prefiks Dalam Bahasa Minangkabau. Jurnal Keilmuan Pendidikan dan Sastra Indonesia, 113-120.

Sugata, I. M. (2019). “Tipologi Morfologi Bahasa Bali”. Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Seni, 7(2), 292–306.

Surbakti, E. B. (2014). Kekerabatan Bahasa Karo, Minang, Dan Melayu: Kajian Linguistik Historis Komparatif. Metamorfosa, 2(1), 1-21.

Downloads

Published

2025-12-09