PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN SASTRA
Keywords:
pendidikan karakter, pembelajaran sastra, ranah 3 warnaAbstract
Hal yang paling mendasar dalam pembelajaran sastra adalah pendidikan karakter. Pembelajaran apresisasi sastra diharapkan mampu memberikan pencerahan untukmemunculkan karakter pada peserta didik. Melalui metode penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan hermeneutik diperoleh beberapa hasil. Pertama, secara hakiki sastra merupakan media pencerahan jiwa dan pola pikir yang menjadi bagian mendasar di dalam pendidikan karakter. Kedua, pembelajaran bersastra yang relevan untuk pengembangan karakter adalah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik tumbuh kesadaran untuk membaca dan menulis sebagai bagian terpenting dari prasyarat pembentukan karakter. Ketiga, karya sastra yang dipandang relevan untuk pembentukan karakter adalah bahasanya indah; mengharukan pembaca, membawakan nilai-nilai luhur kemanusiaan; serta mendorong pembaca untuk berbuat baik kepada sesama manusia dan makhluk lain. Ketiga hal tersebut digambarkan dalam novel Ranah 3 Warna Karya A.Fuadi.References
Fuadi,A. 2012. Ranah 3 Warna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Gunawan, Heri, 2012. Pendidikan Karakter, Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.
Muhlas, Samani dan Hariyanto, 2011. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakar.
Noor, Rohinah M.2011. Pendidikan Karakter Berbasis Sastra, Solusi Pendidikan Moral yang Efektif. Yokyakarta: Ar
Ruz Media.
Surachmad, Winarno. 1990. Pengantar Penelitian Ilmiah:Dasar Metode dan Teknik. Bandung:Tarsito.
Downloads
Published
2014-01-15
Issue
Section
Articles