Analisis Sentimen Media Sosial Terhadap Dinamika Internal PBNU Menggunakan Brand24 dan Netnografi
DOI:
https://doi.org/10.53712/jic.v11i1.2988Abstract
Penelitian ini berdasarkan sentimen media sosial terhadap dinamika internal yang terjadi pada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada periode 20 s/d 27 November 2025. Penelitian ini menggunakan aplikasi brand monitoring, Brand23 sebagai instrumen pengumpulan data kuantitatif. Tercatat sebanyak 13.839 mentions terdeteksi di lintas platfom digital, mulai dari X (Twitter), Youtube, dan Instagram di mana sebanyak 765 bernada positif (5,5%) dan 1.895 bernada negatif (13,7%). Sisanya netral, Namun bila sentimen netral dikecualikan, ditemukan bahwa 71,4% narasi bernada negatif sementara hanya 28,6% yang positif. Puncak sentimen negatif terjadi pada 22 November 2025 dengan 385 mentions negatif bertepan dengan pemberitaan pemberitaan mengenai pemakzulan dan konflik kepemimpinan antara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dengan Rais Aam KH Miftachul Akhyar. Hasil analisis pada kata kunci menunjukan dominasi kata-kata seperti 'makzul', 'mundur', 'konflik', 'internal', dan 'israel' yang merefleksikan dimensi konflik internal sekaligus isu geopolitik yang melatarbelakanginya. Hasil temuan ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif dan bernuansa tentang bagaimana opini publik digital terbentuk, berkembang, dan berdampak terhadap organisasi Nahdlatul Ulama di Indonesia di era media sosial.