MENULIS CERITA PENDEK BERBAHASA MADURA MELALUI REMAKE CERITA ISLAMI BAGI SANTRI

Ainur Rofiq Hafsi, Muhammad Tauhed Supratman, Ukhti Raudhatul Jannah, Lili Supardi, Novita Fitri Amin

Abstract


Salah satu Pondok Pesantren yang masih mempertahankan ciri khas salaf adalah Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman. Santri dilarang membawa HP, Menonton TV, membawa HP, dan menggunakan internet selama berada di lingkungan pesantren. Santri hanya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk serap informasi dunia luar, hanya pada saat pembelajaran di lembaga formal berlansung. Permasalahan pertama yang dialami mitra yakni keringnya kreatifitas santri dalam membuat karya tulis. Santri tidak kreatif dalam membuat karya tulis disebabkan oleh minimnya wawasan dan terbatasnya akses teknologi bagi santri. Usia santri yang mayoritas remaja menunjukkan geliat tertarik untuk menulis cerita pendek (cerpen). Untuk mengatasi hal tersebut, pengusul menawarkan solusi berupa pelatihan bagi para santri dalam membuat cerita pendek. Permasalahan kedua, pihak pesantren menginginkan agar karya tulis yang nantinya dibuat oleh para santri agar mencerminkan Akhlaqul Karimah dalam bentuk pola komunikasi ragam Bahasa Madura yang tepat. Untuk permasalahan ini, pengusul menawarkan agar cerpen yang akan dibuat oleh siswa menggunakan Bahasa Madura. Penggunaan Bahasa Madura yang baik dan benar terutama dalam pemilihan Ragam Bahasa yang tepat. Permasalahan ketiga, pengasuh menginginkan agar tema dan isi cerita pendek yang akan dibuat oleh santri agar tetap bernuansakan Islami. Cerpen diharapkan tidak berisi hal-hal yang jauh dari nilai Islam seperti cerpen pop yang menyuguhkan narasi vulgar yang bisa membuat pembaca menjadi berimajinasi maksiat. Selanjutnya pengusul menawarkan agar cerpen yang akan dibuat santri bertemakan Islami. Terlebih dahulu santri akan remake (membuat ulang) cerita islami terdahulu. Santri modifikasi unsur tokoh, setting, dan sudut pandang pada cerpen terdahulu. Selanjutnya, berkat pengalaman sebelumnya siswa akan dengan mudah untuk membuat cerpen karya sendiri. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi santri dalam membuat cerpem secara mandiri dan luaran kegiatan ini berupa artikel ilmiah pada jurnal nasional. Tindak lanjut kegiatan ini adalah santri akan dibantu untuk mengirimkan cerpen mereka media cetak atau online sebagai apresiasi atas atensi dan kreativitas santri.


Keywords


Kata Kunci: cerita pendek; remake; cerita rakyat

Full Text:

PDF

References


Anggraini, Devi., Paternus H., dan Syambasril. (2015). Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen Menggunakan Metode Peta Pikiran (Mind Map) SMA Negeri 3 Pontianak. (Junal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa), 04 (11). 01-16

Effendy, Moh. Hafid. (2019). Peningkatan Kemampuan Berbahasa Madura Yang Baik dan Benar Pada Masyarakat Dusun Banlanjang Tlonto Raja Kecamatan Pasean di Masjid Al Muttaqin. (Jurnal Perdikan: Journal of Community Engagement), 01 (01). 32-45

Ferdinan (2016). Pondok Pesantren, Ciri Khas Perkembangannya. (Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan), 01 (01), 12-20.

Krisdiyanto, G., dkk. (2019). Sisterm Pendidikan Pesantren dan Tantangan Modernitas. (Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan), 150 (01), 11-21.

Limbong, Josilia Lotto. (2016). Kemampuan Menentukan Unsur Intrinsik Cerpen Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Kota Palopo. (Jurnal ONOMA: Pendidikan, Bahasa dan Sastra PBSI FKIP Universitas Cokroaminoto Palopo), 02 (01). 12-26

Nurhayati, Nunik. (2015). Model Pembelajaran Menulis Cerita Pendek dengan Menggunakan Teknik Brainwriting yang Berorientasi pada Kreativitas Siswa. (Jurnal Riksa Bahasa), 01 (01), 14-26.

Putri, Delia. (2017). Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Pendek Dengan Menggunakan Teknik Copy The Master Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Rokania. (Jurnal Pendidikan Rokania), 02 (01). 30-47

Rachman, Rizki Nurpiana (2017). Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen Melalui Penggunaan Media Audiovisual Tayangan televisi “cermin kehidupan trans 7”. (Jurnal Diksastrasia), 01 (01), 12-16.




DOI: http://dx.doi.org/10.53712/ngu.v2i1.1518

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Ainur Rofiq Hafsi, Muhammad Tauhed Supratman, Ukhti Raudhatul Jannah



Dewan Redaksi Jurnal Ngabdimas: UNIRA

Ketua Dewan Redaksi : Dr. Ukhti Raudhatul Jannah, M.Pd

Anggota Dewan Redaksi : 1. Dr. Faisal Estu Yulianto, M.T 2. Dr. Ir. Rszqina, M.P 3. Dr. Hasan Basri, M.Pd 4. Dr. Rachman Hakim, M.M 5. Moh. Zali, M.Agr 6. Fauzan Prasetyo Eka Putra M.Kom

Redaksi Pelaksana : Ainur Rofiq Hafsi, M.Pd

Administrasi dan Keuangan : Peci, S.Akt.