Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Dengan Menggunakan Metode Gap Acceptance Dalam Upaya Mengatasi Kemacetan

M. Sa’dillah, Andy Kristafi Arifianto, Elias Pradiatmo

Abstract


Simpang adalah pertemuan atau percabangan jalan baik sebidang maupun yang tak sebidang. Tujuan dari penelitian ini adalah Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Dengan Menggunakan Metode Gap Acceptance Dalam Upaya Mengatasi Kemacetan.” (Studi  Kasus:  Jalan  Raya  Bandulan–Jalan  Raya  Bandulan  Barat–Jalan  Raya  Bandulan).  Metoda  yang  digunakan  adalah  dengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder, survey volume lalu lintas, survey observasi, serta survey hambatan samping. Dari hasil penelitian bahwa arus lalu lintas tertinggi terjadi pada hari Senin pada pukul 15.45-16.45. pada minggu pertama sebesar 9221 kend/jam atau 1566,3 smp/jam dengan kapasitas minggu pertama 2225,94 smp/jam dengan derajat kejenuhan 2,32.sedangkan mingggu kedua sebesar 8874 kend/jam atau 5109,6 smp/jam dengan kapasitas minggu pertama 3276,94 smp/jam dengan derajat kejenuhan 1,56. Dari nilai derajat kejenuhan dapat diketahui bahwa kinerja simpang ini tergolong kelas F, Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai gap kritis pada Simpang Tak Bersinyal Jalan Raya Bandulan sebesar 13,5099 detik, pada pagi hari sedangkan nilai gap kritis pada siang hari sebesar 32,055 detik. melebihi nilai yang disyaratkan MKJI 0,75. Penanganan yang sesuai dengan kinerja simpang tersebut dalam menguraikan permasalahan kemacetan, kecelakaan dan kelancaran arus lalu lintas yaitu dengan memasang rambu lalu lintas, larangan  angkutan  kota  untuk  menaikan  dan  menurunkan  penumpang  disimpang dan  sekitarnya,  larangan  parkir  ataupun  kegiatan komersial yang melebihi bahu jalan dan juga penempatan petugas dari DLLAJ (Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan) terutama pada jam puncak, Pelarangan belok kanan bagi arus kendaran dari jalan minor (Jalan Bandulan Barat) menuju jalan minor, pemasangan pulau jalan dan pelebaran geometrik dan merubah tipe jalan menjadi 342 U/D.

Keywords


Derajat Kejenuhan, Tundaan, Gap Kritis

Full Text:

PDF

References


Direktorat Jenderal Bina Marga, “Mkji 1997,” departemen pekerjaan umum, “Manual Kapasitas Jalan Indonesia.” pp. 1–573, 1997.

S. V. P. Gloria Michela Maengkom, James A. Timboeleng, “Analisa Kinerja Simpang Tak Bersinyal Dengan Analisa Gap Acceptance Dan MKJI 1997,” J. Sipil Statik, vol. 6, no. 2, pp. 51–66, 2018.

M. Sa’dillah and R. A. Primasworo, “Kinerja Simpang Bersinyal Ruas Jalan Semeru – Kahuripan – Basuki Rahmat setelah Pembangunan Whiz Prime Hotel Malang,” J. Fondasi, vol. 9, no. 2, p. 103, 2020, doi: 10.36055/jft.v9i2.8467.

R. L. Gordon and W. Tighe, Traffic Control System Handbook, no. October. 2005.

Transportation Research Board, Highway Capacity Manual. 2010.

G. Headway and J. Ruang, “Gap analysis Diagram Waktu – Jarak ( Time-space diagram ) dan Gap Critical gap,” pp. 1–6, 2016.

M. S. O. Sinaga, “Daftar pustaka,” Anal. KAPSITAS BUKAAN Median (U - TURN) (Srudi Kasus Jl. A.H. Nasution depan Trigunadharma, vol. 9, no. 110, pp. 1601–1612, 2016.

V. K. Sharma, S. Mondal, and A. Gupta, “A Comparison of Critical Gap of U Turning Vehicles at Uncontrolled Median Opening Based on Different Methods,” 2017.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 96 Tahun 2015, “Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 96 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas_524053.pdf.”




DOI: http://dx.doi.org/10.53712/rjrs.v8i1.2013

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Rekayasa: Jurnal Teknik Sipil is indexed by:

google.png

View My Stats