MAKNA POLISEMI KATA “AOLENG” PADA KUMPULAN LAGU-LAGU MADURA

Hartoyo Hartoyo, Harsono Harsono

Abstract


Lagu Madura merupakan salah satu wujud dari kebudayaan agung masyarakat Madura. Sayangnya faktor keterbatasan pemahaman tantang syair lagu–lagu Madura yang menjadikan lagu Madura kurang bermakna. Akibatnya, masyarakat Madura kurang bisa menghargai lagu-lagu tersebut dan hanya menempatkannya sebagai karya budaya yang tidak memiliki peran signifikan sama sekali dalam membangun masyarakat Madura. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan adanya makna polisemi kata “Aoleng” yang terdapat pada lagu-lagu yang berjudul : Ancep Aoleng Ka Allah, Jhâman Akhèr, Kadung Aoleng, Aoleng Pakobâssa,Tapèngsor, Ta’ Bhusen, Aoleng Sa Indonesia, Parabân Aoleng, Aghunjhek, Mantan Anyar, Korang Napè, dan Tambhuruwân. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa : pada kumpulam Syair lagu-lagu Madura mengandung makna : polisemi kata “Aoleng”, makna tersebut yaitu : menari atau berjoget, beribadah, bernyanyi atau melantunkan sebuah lagu, judul lagu, suka atau cinta, dimasukkan, nama julukan seorang penyanyi, nama judul kaset, senang, ingat atau terbayang-bayang, asli, group penyanyi dangdut, selingkuh, talak atau bercerai, curiga, dan berusaha.

Keywords


Makna polisemi, lagu-lagu Madura

Full Text:

PDF

References


Aminuddin. 2003. Semantik Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung: SINAR BARU ALGENSINDO.

Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Djajasudarma,Fatimah. 1999. Semantik 1 Pengantar Ke Arah Ilmu Makna. Bandung : PT REFIKA Anggota IKAPI.

Faruk, Umar. 2010. Makna Filosofis Dalam Kumpulan Syair Lagu-Lagu Madura. Pamekasan: UNIVERSITAS MADURA.

Komariyah, Aisatul. 2011. Analisis Penggunaan Kompositum Bahasa Madura pada Kalangan Ibu Rumahtangga di Daerah Pamekasan. Pamekasan : UNIVERSITAS MADURA.

Moelyono, M. Anton. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Parera, J.D. 2004. Teori Semantik. Jakarta: Erlangga.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.