KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI PASAR 17 AGUSTUS PAMEKASAN

Aqidati Idonea Afaf

Abstract


Pengucapan yang benar dalam berbahasa sangat penting agar maksud dari komunikasi dapat tersampaikan. Namun kenyataannya sering kita temukan bahwa bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi tidak sesuai dengan kaidah pengucapan bahasa yang benar sehingga ide komunikator tidak dapat dipahami oleh lawan komunikasi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan pengucapan bahasa Indonesia karena pengaruh bahasa Madura dalam praktik kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berbentuk kajian pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengintervarisir berbagai kesalahan pengucapan bahasa Indonesia karena pengaruh bahasa Madura yang terjadi di Pasar 17 Agustus Pamekasan. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis dengan cara mengelompokkan dan membandingkan data dengan pedoman pengucapan bahasa yang benar. Validasi data dilakukan dengan cara cek dan ricek ulang terhadap data yang terkumpul sehingga diperoleh data valid yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Dari hasil analisa data dapat disimpulkan bahwa kesalahan pengucapan kata dalam bahasa Indonesia karena pengaruh bahasa Madura adalah vokal (i, , u, , dan o), diftong (au), konsonan tunggal (f, z, h, dan v), konsonan rangkap (sy, dan kh).

Keywords


kesalahan; berbahasa

Full Text:

PDF

References


Chaer, Abdul. 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2013. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugihastuti. 2014. Bahasa Laporan Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mulyana, Deddy. 2010. Metode Penelitian Kualitatif.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Pusat Pembinaan Dan Pengembangan. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Satori, Djam’an dan Aan Komariah. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda.

Tarigan, Henry Guntur. 1990. Berbicara Sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.